23 August, 2005

Kelihatan-kelihatan...

Bulan Agustus ini kehamilan istriku dah menginjak 7 bln ( bayangkan ! tapi jangan lama –lama bayanginnya lho) perutnya dah buncit banget ngalahin bapak-bapak direktur hehehhehe…

Bulan lalu kami periksa kehamilan istriku ke Rumah Bersalin di kotaku, dan hasilnya anak yang dikandung istriku sungsang ,Kami jadi agak sedikit khawatir mengingat ini merupakan kehamilan yang pertama, jadi ya gitu dech …

Istriku memang wanita yang tegar walaupun dah tau sungsang dia tetap tenang menjalani ( ckkckck hebat yah) bangga daku punya istri seperti dia .

Dari pihak RB advise kekita kalau sungsang itu masih bisa diperbaiki tapi di USG (Ultra Sono Graphy) dulu biar tau kondisi sikecil.

Ohya, Minggu yang lalu daku bermimpi daku masuk rumah dan disitu daku melihat anakku laki-laki yang lagi makan bubur atau roti ampe mulutnya belepotan, kulitnya agak coklat kayak daku rambutnya agak berombak kayak istriku, hmmm anak yang lucu

Kemarin hari sabtu tgl 20 Agustus 2005 daku ama isteriku ke Laboratarium Klinik buat USG dan hasilnya sbb :

- Sikecil dah gak sungsang ( Terlihat kalau kepalanya dah dibawah )
- Air ketuban Jernih
- Jenis kelamin cenderung Laki-laki
- Berat ± 1,411 kg
- Tidak tampak lilitan tali pusar

Hehehhehehe Alhamdulillahi Rabbil Alamin , kecemasanku dah berkurang, walaupun banyak yang bilang USG bersifat sementara bisa berubah sewaktu-waktu karena gerak bayi, tapi daku yakin kondisi bayi akan normal dan sehat terus ampe lahir ( Amiiin).

Doakan kami yah, moga kelahiran anak kami lancar, sehat, normal dan Ibunya juga selalu sehat, Amiiin.

02 August, 2005

Operet 17 Agustusan

Narator :
26 Maret 1949.. telah terjadi peristiwa besar di kota Jogja.
Pasukan belanda kembali melancarkan serangan ke kota itu..
(Ilustrasinya.. ditampilkan sepasukan belanda.. )

Narator:
Rakyat yang merasa negara ini telah merdeka merasa tidak terima kedaulatan yang baru 3 setengah tahun dinikmati hendak kembali direbut Belanda..
Bersama Tentara Nasional Indonesia dibawah pimpinan Panglima Besar Jendral Sudirman.. rakyat Jogja menyingsingkan lengan maju, mengangkat senjata maju ke medan perang guna mengusir penjajah, mempertahankan kota Jogja...
(Ilustrasinya.. ditampilkan rakyat & bbrp pasukan tentara maju ke medan perang, Juga sosok Jend Sudirman lengkap dg tandu (jika memungkinkan)sedang mengusir penjajah seperti mengusir Ayam tetangga ( wusss... wusss... wuss .... )

Ganti setting:
Ditampilkan seorang ayah yg berpamitan kepada keluarganya ketika dia hendak berangkat perang..
(Instrumen pengiring.. Marcel : Cepat Pulang )

Ayah : “Ibu.. ayah berangkat ya, mo berjuang bersama Om Dir...
Ibu : “Oooooo Om Dir tukang ojek itu ya pak ?
Ayah : Bukan ! Om Dir tukang bakso ( jawabnya kesal ), Ya jelas Jendral Sudirman donk .
Ibu : “ Maaf dech Pak.
Ibu : “Pak.. hati-hati ya pak.. ibu hanya bisa mendoakan semoga Bapak selamat dan bisa kembali pulang..”

Anak : “Pak’e meh perang to..?”

Ayah : “Nggak, Mo beli onde-2!, Bapak mo perang sayang, Doakan bapak sukses dan bergelar ASPS yah?

Anak : “Bapak, itu aneh masak sih ada gelar ASPS sich,
Ayah : “ Ada koq ASPS itu ; Ayah Sang Pejuang Sejati gitu loh
Anak dan Ibu : “ Gubrakkssss “
Ibu : “Sudah.. sudah.. kalian itu kalo bicara hendaknya yang Lucu –lucu aja biar penonton kita gak ngantuk –ngantuk kayak yang dibelakang itu ...( sambil nunjuk penonton yg dibelakang )

Lantas si ayah segera pergi untuk bergabung dg para pejuan yg lain.. si anak berlari menyusul dengan teriak “PAK.. EEEEEEEEEEEEEEEEEE...”
( Diringi lagunya rita efendi Selamat jalan kekasih kaaulah cinta dalam hidupku.....kalo ada)

Setelah mengantar suami tercinta selanjutnya sang ibu kembali ke dalam rumah bersama anaknya.

Ibu : Temon, kamu belajar dulu ya....biar pinter kayak Pak RT kita.....coba itung dech berapa gelar yang disandang beliau ?

Temon : Profesor , Doctor , dan insinyur , kayaknya cuman itu deh, bu
Ibu : Belum tepat masih ada yang lain coba apa hayo ....???

Temon : mmmmmm, apa ya , nyerah deh.
Ibu : Gelarnya ada tambahan PA, PO, dan PS

Temon : Wah apaaaan tuuuch ... ( sambil menutup salah satu mata )--à kayak kuis dangdut
Ibu : PA itu Papanya Ausy PO itu Papanya Oasis dan PS Papanya Salsa, geeeettoooo...
Temon : Hmmmmm, Ibu yang aneh ....( sambil geleng-2 dan sok dewasa)

Ganti setting :
Narator :
Para komandan dan pemimpin rakyat berkumpul untuk brifing , bagaimana caranya mengusir penjajah secara Langsung Umum bebas dan rahasia .kok kayak pemilu ya ?

Kolonel : Sodara-2 yang saya cintai ....
Semua hadirin langsung muntah –muntah ... ( weekkkksss )

Kolonel : ( bertanya-tanya ) kenapa koq pada muntah -2 ??
Kapten : Karena kami tidak mau dicintai sesama pria , Pak ...

Kolonel : ????!!!! ooo gitu ya ?
Kolonel : ( melanjutkan) Sodara- 2 sekalian , hari ini kita susun strategi perang yang Cepat . Tepat dan Hemat !

Letnan : Pak, Kita meeting ato mo main kuis ?
Kolonel : Bukan Kepiting bukan Pokis , Bukan meeting dan bukan kuis , lebih baik digunting aja itu kumis . sambil menunjuk kumis sang letnan. Hehehhehehe ...

Kolonel : Maksud saya adalah dijaman perjuangan sekarang ini sedang sulit kita harus serba hemat apalagi kemarin kita mengalami kelangkaan BBM ya tho ?Jangan sampai uang iuran rakyat untuk berjuang terbuang sia-sia apalagi dikorupsi idihhh amit-amit..( agak genit )...
Hadirin Rapat: Ooooooooo..........( kompak sambil melongo)

Kolonel : Saya tidak memperpanjang Bicara karena nanti penonton pada ngantuk, tul gak penonton? Baik, akan saya mulai dari Panglima kita Jendral Sudirman . Silahkan Jendral ( sambil mempersilahkan ) .

Jendral Sudirman ( JS ) : Terima Kasih, atas kesempatan yang diberikan, semoga menjadi haji yang mabrur lho koq jadi ngelantur ya ???? ( ngomong sendiri )

JS : Sodara-sodara sekalian , Kita harus selalu semangat untuk berjuang mengusir penjajah, karena berjuang dijalan yang benar itu pekerjaan mulia.
Kapten : Pak, yang saya tau pekerjaan pak mulia di jalan Mars deh bukan dijalan benar ( sok lugu )

JS : Malam ini harus kita serang itu penjajah dari yogya kita yang tercinta!, dan saat ini mereka sedang dugem di Studionya Pak Erik, suatu kesempatan besar yg jarang bisa kita temui walaupun kita lagi dipasar ! ( dengan cueknya )

Kapten : Tapi khan di Studio nya pak erik itu ada pak bambang tho ketuanya ? emang mereka dugem, tidak diketahui pak bambang.?

JS : Ssssttt jangan keras-keras, karena saat mereka dugem Pak bambangnya lagi Asyik beli sarung di Ada banyumanik .
Hadirin rapat : Ooooooooooo ( sambil melongo lagi )

JS : Ayo persiapkan tentara kalian kita mulai perang malam ini jam 8 setelah Bajaj Bajuri selesai , Ok
Hadirin rapat : ( gak melongo lagi tapi GUBRAKKKSSSS )

GANTI SETTING :
Para Tentara dan Pejuang sedang mempersiapkan senjata.

Kopral : Ini apa? ( sambil menunjuk barang yang dibawa pejuang )
Pejuang : Ini Onde-2 ... ya senjata donk , gimana sich lo ?
Pejuang : Lha itu apa ?
Kopral : ( gak mau kalah ) Lunpia ! Ya peluru donk !


Ganti setting lagi :

( dengan latar para komandan sok sibuk menyuruh anak buahnya ) Perang dimulai , Para komandan sudah menginstruksikan anak buah mereka untuk menyerang sesuai aba-2 , Tapi ....

Kolonel : ( TIBA_TIBA ada teriakan tegas ) TAHAN !!!!
Kapten : ( tiba-tiba datang ) ada apa kolonel ?

Kolonel : Liat didepan sana ( sambil menunjuk ke depan )
Kapten : GAWAT !

Letnan : ( tiba-tiba datang )Apanya yang gawat , kapten ?
Letnan : (belum sempet dijawab kapten jawab sendiri ) Wooowwwww.....

Kopral : ( tiba-tiba datang ) Wah kalo yang ini mah gue dah tau, abis ayik banget sich !
Semuanya langsung melongo liat didepan mata ...
( Noni belanda ternyata sedang lewat didepan mereka dan menggoda dengan senyum yang nakal )
Noni-1 : Hiiiii coowwwwooookkkk , godain kita donk ....
Kapten : Noni-2 Bodinya kok Moi ya....( sambil berbisik ke kopral)
Kopral : Ya jelas, wong mereka rajin senam di bu Patria

Noni 2 : OOOoooiiiiiii, koq kamu tentara pada diem ? terpesona ya ama kita-2 punya wajah cantik ya?
Kopral : Ooo tidak ...
Kapten : Ooo Iya , tentu saja .

Noni 1& 2 : ( sambil meninggalkan sang kopral dan kapten yg lagi berantem), mereka menghampri kolonel )
Noni2 : Kalo anda bagaimana kolonel ???
Kolonel : ( grogi campur GeeER dan glagapan) emmm, kalo saya ya.., ya...ya...ya...( kayak slogan iklan KB )

Letnan : ( tiba-tiba menghampiri mereka semua ) Weeeeiiiiiii, koq malah pada ngurusin cewek sich? Kapan perangnya? Ingat jangan sampai lupa akan tugas suci kita dalam membela bangsa dan negara ( sambil bergaya sok heroic gicu )

(akhirnya mereka jadi tersadar bahwa saat ini sedang perang bukan ngecengin cewek-2 bule)

Kolonel : Sory ya Noni -2 kita-kita gak bisa lama-lama kita mo perang nich , bye , Ayo pasukan ! Kita serbu penjajah SEKARANG !
( Akhirnya mereka menyerbu para penjajah yang lagi dugem di studio pak erik.) => latar belakang perang yang sangat lucu dan konyol , para belanda tidak menyangka kalo akan diserang mereka kalang kabut kayak kucing yang diguyur air comberan lucu khan ?, akhirnya Perang dimenangkan oleh bangsa indonesia dan sekarang tinggal sisa –sisa perang di rumah pak erik ,Jendral Sudirman muncul menampakkan diri ditengah sisa-sisa perang yang sudah berasap karena disembur debu ama pak erik, biar seru gitu loh )

Letnan : Penampakan-penampakan !
Kapten : Ssst Itu jendral kita ,
Letnan Upsss ( sambil menutup mulut dengan tangannya )
JS : Sodara –2 sekalian , hari ini kita menang mengusir penjajah dari tanah kita ! kalian semua tau belanda kalah telak !, kita sudah bisa mengusir belanda dengan taktik perang Manusia mengusir Ayam , wusss wusss wussss.
Kolonel : horeeee, kita berhasil ! berhasil ! berhasil ! ( kayak Dora yg berhasil dalam petualngannya -> jingkrak-jingkrak )
Kapten : Iya kita merdeka ! Wes ewes ewes bablas londone ( kayak iklan jamu tolak angin basuki )

( saat mereka sedang bergembira merayakan kemenangan , saat itu Para suster sedang menolong tentara dan rakyat yang terluka parah abis pertarungan dahsyat termasuk ayahnya temon, Tiba2 temon datang sambil berteriak.....paaaaaaaa’ eeeeeee......
Meskipun dalam keadaan sakit yang sangat parah akhirnya Jendral Sudirman berhasil mengusir penjajah.....demikianlah ....................

Skenario By ; Arga
Dedicated to Kel Jangli, Semarang

14 July, 2005

Menyibak hikmah

Peristiwa demi peristiwa silih berganti, Selesai satu persoalan muncul persoalan yang lain, Ada yang menyenangkan tetapi juga banyak yang terasa pahit. Bagaimana menyikapinya? Jika peristiwanya menyenangkan, tidak ada soal sebab setiap orang mampu meng-hadapinya.

Akan berbeda kalau persoalannya terasa pahit, setiap orang memiliki perbedaan cara menyikapinya. Ada yang mampu menahan diri, ada juga yang tidak. Persoalan yang tidak menyenangkan itu banyak ragamnya, bisa berupa kegagalan membangun rumah tangga, studi, mencari pekerjaan, dsb atau berupa musibah, bencana, dan sebagainya. Semua itu pasti terjadi. Sebab, peristiwa baik dan buruk sama halnya dengan pergantian siang dan malam, Atau persis seperti keluar masuknya nafas. Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, semua itu pasti terjadi, Gagal dan sukses merupakan dua sisi mata uang kehidupan yang saling melengkapi. Begitu juga perasaan susah dan senang, sedih atau gembira, rezeki seret atau lancar, dsb. Semua itu selalu kita jumpai.

Dalam melihat segala sesuatu, kita hendaknya membacanya dari kacamata positif. Kalau sedang gagal segera merenung atas kejadian itu guna menyibak apa rahasia di balik kegagalahnya tersebut. Orang bijak sebelum tidur selalu merenung. Dari sana menemukan "mutiara" kehidupan. Mereka mengetahui di balik kegagalan pasti ada hikmah luar biasa.

Dalam pandangan orang luas ilmu, sebenarnya tidak ada kata gagal. yang ada, sukses yang tertunda, Grafitti mengatakan, "Saya tidak gagal. Saya sukses memberi contoh tentang kejadian yang tidak baik kepada orang lain," Begitu Grafitti menafsiri kegagalan yang pernah dialaminya.

Andaikan seseorang tidak pernah mengalami kegagalan, maka mereka tidak akan merasakan apa yang disebut sukses. Atau kita berbaik sangka saja kepada Tuhan, bahwa di balik kegagalan pasti ada rahasia besar yang ingin ditunjukkan kepada hamba ini. Misalnya, kalau seseorang selalu diberi kesuksesan tanpa henti, bisa jadi dia menjadi kufur nikmat sebab tidak merasa bahwa keberhasilan itu datang dari Yang Maha Kuasa.

Maka, Rasulullah SAW tenang saja menghadapi reaksi sahabatnya ketika bercerita kisah dua raja, yang satu kafir yang satu mukmin, Nabi menceritakan, kedua raja tersebut oleh Allah diberi penyakit (sakit). Tetapi ada perbedaan "perlakuan". Raja iman tidak sembuh-sembuh sedang raja kafir cepat sembuh, Obatnya mudah, berupa ikan di laut.

Kedua raja memerintahkan rakyatnya menangkap ikan di laut untuk obat, Ketika rakyat raja kafir datang ke laut, ikan 'obat' itu menepi sehingga dengan mudah menangkapnya dan diberikan kepada raja untuk disantap, dan raja tadi sembuh. Sedang untuk raja iman, diberi kesulitan tersendiri ikan menjauh sampai ke air yang dalam sehingga rakyatnya tidak bisa menangkapnya. Mereka pulang dengan tangan hampa dan rajanya pun tetap sakit, Sampai di sini para sahabat nabi lantas protes. Mereka melihat ada ketimpangan perlakuan. Di mana letak keadilan Allah, raja kafir sembuh sedang raja iman tetap sakit.

Ternyata, menurut nabi justru di situ letak "rahasia" pertolongan Allah. Terhadap raja kafir dengan disembuhkan dari sakitnya tersebut dia terus bergelimang maksiat dan lupa syukur sehingga kelak di akhirat tinggal memasukkan ke neraka. Sedang raja iman dengan sakitnya itu tetap sabar sehingga dosa-dosanya diampuni Allah. Kelak, Allah tinggal memasukkan raja ini ke surga. Inilah hikmahnya.

Maka, dalam melihat segala sesutu hendaknya kita menjadi orang arif. Jangan mudah menyalahkan Allah, mengutuk sesama, dan berputus asa. Kalau kebetulan kita sedang mengalami kejadian yang menyenangkan, jangan sampai membusungkan dada, tetaplah bersyukur. Dan kalau yang dialami menyakitkan, jangan putus asa, tetapi berupaya semakin dekat kepada Allah dan bersabar, Yakiniah Allah tidak akan memberi beban kepada hambaNya melebihi kemampuannya.

Nah, sekarang bagaimana perasaan kita melihat peristiwa Aceh? Apakah termasuk orang yang bisa memetik hikmah di balik kejadian itu atau justru menjadi tukang kutuk kepada sesama. Belakangan banyak orang mengutuk orang Aceh, Kata mereka, kejadian tersebut sebagai adzab Allah kepada warga di sana. Betulkah ada? Bisakah mempertanggungjawabkan ucapannya itu, Kalau tidak jangan mengutuk mereka.

Dalam situasi seperti ini, ada baiknya kita memperbanyak melakukan perenungan (kontemplasi diri) dengan tujuan agar bisa menyibak setiap apa saja yang kita alami, kita lihat, dan kejadian di manapun dalam rupa seperti apapun. Semua itu merupakan tempaan terhadap insan beriman agar lebih kuat lagi imannya, Di sini beda orang beriman dengan yang kufur. Orang beriman dalam menyikapi semua kejadian karena di hatinya ada Allah, maka semua itu dianggap sebagai 'sapaan' Allah kepada dirinya yang sedang dikasih sayangi. Sembari menyibak rahasia di balik kebesaran Allah, orang beriman akan terus berupaya agar dia semakin dalam menenggelamkan diri dalam agama. Dia sadar bahwa "Agama hanya dapat dirasakan oleh orang yang menegakkan dia dalam dirinya." Agama bukan teori, agama harus diamalkan. Dan hanya bagi mereka yang mengamalkan ajaran agamalah yang merasakan kedamaian jiwa.

Orang beriman akan selalu berupaya memperjuangkan keyakinannya agar bisa tegak, dan menjadi amalan kesehariannya. Sebab mereka sadar, bahagia dan sa'adah hanya akan dirasakan oleh orang-orang yang membela keyakinan, kebenaran dan keadilan. Tanpa bersedia membela keyakinan, kebenaran dan keadilan, nilai‑nilai agama jauh dari diri kita, seperti jarak panggang dengan api. Selain itu, dia yakin bahwa kesabaran dan ketahanan berjuang hanya akan diberikan kepada mukmin yang mendekatkan dirinya kepada Allah Swt. Sehinga mereka berupaya tegak dengan keyakinan dan perjuangan, karena makna dan guna hidup terletak pada keyakinan dan perjuangan.

Imam AlGozali, setelah bertahun-tahun menjadi rektor, perjalanan berikutnya mendidik jiwanya sendiri. Cara yang dilakukan adalah uzlah (menyendiri) di atas menara melakukan perenungan untuk mencari rahasia kehidupan. Dia berupaya membersihkan jiwa dari hiruk pikuk duniawi yang direguknya setiap saat. Di tempat yang sepi, Imam AIGozali menemukan kedamaian. Semua inspirasi, ide, dan pikiran bermunculan setelah merasa dekat dengan Allah. Nah, sudah waktunya bagi kita melakukan perenungan dalam rangka menguak tabir rahasia hidup. Bisakah?

Wallahu Alam